Bongkar News

Menuju Tanggal Pernikahan! Drama Calon Pengantin dan Mertua Jefri Nichol, Syifa Hadju, Cut Mini dan Sarah Sechan Makin Panas


Film “Mohon Doa Restu” siap tayang 26 Oktober 2023.

Bongkar Merdeka.com | Jakarta,-

27 September 2023, Rumah produksi Screenplay Films, Ifi Sinema dan Rapi Fllms baru saja merilis trailer film terbaru mereka berjudul “Mohon Doa Restu.” Film bertema drama komedi keluarga ini disutradarai oleh Ody Harahap dan skenarionya ditulis oleh Yayu Yuliani dan Cassandra P. Cameron. “Mohon Doa Restu” menampilkan duet aktor muda Jefri Nichol dan Syifa Hadju. Serta dua aktris dengan jam terbang tinggi, Cut Mini dan Sarah Sechan. 

Sejak petunjuk awal film ini muncul, keriuhan sudah tercipta di media sosial. Ketika Jefri dan Syifa sama-sama mengunggah pas foto berlatar belakang warna biru yang identik dengan foto orang yang akan mendaftar pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Pada first look film, juga sudah diperlihatkan bagaimana kisah cinta antara Satya (Jefri Nichol) dan Mel (Syifa Hadju) yang tengah melakukan persiapan pernikahan harus mendapat campur tangan dari kedua ibu mereka, Cut Mini dan Sarah Sechan.

Di trailer terbaru, diperlihatkan Satya adalah sosok yang sangat penurut. mengiyakan semua keinginan ibunya (Sarah Sechan) sampai membuat Mel pun khawatir dengan rencana pernikahannya bersama Satya. Apakah ia sosok yang tepat untuk menjadi suaminya? 

Sementara Mel lebih terlihat seperti sosok yang tampak lebih sibuk dengan segala urusan persiapan pernikahan. Mel juga terlihat sebagai sosok yang justru menjadi pengambil segala keputusan, ketimbang Satya yang setiap keputusan dalam hidupnya harus mendapat izin dari sang ibu. Mendekati hari pernikahan, keduanya pun terlibat pertengkaran. Termasuk kedua orang tua mereka yang sudah bersahabat lama, ikatan persahabatannya terancam rusak.

 “Ini yang bikin aku takut salah milih orang. Orang yang nggak berani ngejar 
keinginannya sendiri,” bunyi potongan dialog Mel di trailer. 

Selain Jefri, Syifa, Cut Mini, dan Sarah Sechan, di trailer juga terlihat pemeran lainnya seperti Kiki Narendra yang menjadi ayah Mel, dan Dea Panendra sebagai sahabat Mel. Di akhir trailer, Mel yang tengah mengenakan bunga-bunga khas pengantin pun 
terlihat lari untuk kabur. Apakah Mel dan Satya akan tetap menikah? 

Sutradara Ody Harahap mengungkapkan proses pernikahan begitu khas dengan budaya Indonesia. Menyatukan dua keluarga dengan perbedaan latar dan budaya, menurutnya akan sangat dekat dengan penonton Indonesia. Drama-drama menjelang pernikahan pun biasanya kerap ditemukan, Hal itulah yang ingin diangkat oleh Ody di film “Mohon Doa Reatu." 

“Urusan pernikahan itu urusan besar yang selulu menimbulkan kekacauan. Dan itu Indonesia banget. Dengan ragam budaya, menyatukan dua keluarga tentu bukan hal yang gampang," kata Ody. 

Film "Mohon Doa Restu” mengangkat cerita tentang Mel (Syifa Hadju) & Satya (Jefri Nichol). Cinta Mel & Satya hadir karena terbiasa. Terutama karena ibu mereka, Widi dan Ira, bersahabat erat. Jadi, saat kedua anak mereka ini mau menikah, ini adalah penyegel persahabatan yang begitu sempurna. Masa tua mereka tak akan sepi. Tentu jadinya merencanakan pernikahannya pun berempat. Tapi tiga bulan sebelum pernikahan, Mel mendadak punya kegelisahan baru: apakah dia benar-benar bahagia? Termasuk benarkah dia menginginkan Satya di masa depannya? 

Kini pasangan anak dan orang tua itu berperang - untuk membatalkan atau melanjutkan pernikahan. Saling menguji satu sama lain apa arti persahabatan, memilih, dan kebahagiaan. 

Ikuti kabar terbaru tentang film “Mohon Doa Restu” melalui media sosial resmi film “Mohon Doa Restu." Dan ikut rayakan pesta pernikahan Mel & Satya di bioskop 26 Oktober 2023. 

*TENTANG SCREENPLAY FILMS*

Didirikan pada tahun 2010, Screenplay merupakan salah satu perusahaan produksi dan distribusi terbaik di Indonesia, yang bekerja sama dengan perusahaan media dan teknologi terkemuka, EMTEK Group. 

Bersama dengan anak perusahaan dan afiliasinya, Screenplay memproduksi berbagai serial, film dan drama televisi. Screenplay bekerja sama dengan deretan talenta lokal terbaik di Indonesia, termasuk aktor dan aktris, showrunner, serta pemilik IP, untuk memproduksi dan mendistribusi berbagai konten dengan genre yang beragam, mulai dari thriller, komedi, kisah remaja, komedi romantis, hingga aksi. 
Screenplay telah membuktikan potensinya di industri kreatif lokal dan memperoleh posisi sebagai kompetitor global melalui deretan serial yang memecahkan rekor (3-4 x) lebih tinggi dibandingkan serial lokal lainnya di berbagai layanan streaming. Film dan program TV yang dibuat telah menarik sejumlah penggemar setia, membuat Screenplay dapat menjangkau lebih jauh penonton kelas menengah dan atas di Indonesia. 

*TENTANG RAPI FILMS*

Sebagai salah satu production house terkemuka di Indonesia, Rapi Films tidak hanya memproduksi film untuk pasar domestik, tetapi juga dalam 15 tahun terakhir berhasil menembus pasar internasional. Didirikan pada tahun 1968 oleh Gope Samtani, Rapi Films mulai mengimpor film Amerika dan Eropa ke Indonesia. Pada tahun 1971, memulai divisi untuk produksi film layar lebar. Saat ini, Rapi Films telah menyelesaikan lebih dari 180 film dan telah dianugerahi Best Picture dan Best Box Office untuk beberapa film. 

Semua film internasional Rapi Films telah terjual di seluruh dunia termasuk Amerika Utara, Eropa, Asia, Afrika, di seluruh dunia. Produksi serta staf distribusi mampu memenuhi tantangan baru, sehingga untuk memastikan bahwa Rapi Films terus memberikan produk berkualitas dan kreatif untuk pasar internasional. 

*TENTANG ifi SINEMA* 

ifi Sinema adalah sebuah rumah produksi film yang didirikan pada 1 Januari 2004 oleh Adiyanto Sumarjono dan Madiyan Sahdianto. Berawal dari niat membantu sahabat dalam pendanaan sebuah produksi film pada tahun 2004, ifi Sinema memulai pendanaan film perdananya untuk film berjudul Banyu Biru

Kini, ifi Sinema telah terlibat untuk beberapa produksi judul film Indonesia di antaranya Garasi (2005), Berbagi Suami (2006), 3 Doa 3 Cinta (2008), Radit dan Jani (2008), Serigala Terakhir (2009), Lovely Man (2011), My Generation (2017), Pertaruhan (2017), Menunggu Pagi (2018), Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020), Akad (2022), dan Mohon Doa Restu (2023).

Penulis   :  eli
Editor      :  Redaksi

 




Type and hit Enter to search

Close