Bongkar Merdeka.com | Jakarta,-
Kamis 11 Januari 2024, Komunitas Peternak Unggas Nasional menggelar aksi simpatik di Patung Kuda Jakarta Pusat dari jam 09.30 sampai selesai.
Kembalikan Budaya Ayam Ke Peternak Rakyat, Kebijakan Pemerintah Tidak Berpihak dan Merugikan Peternak Unggas: Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) Mendesak Presiden Republik Indonesia Untuk Meningkatkan Harga Jual Ayam Hidup.
Presiden Jokowi harus melakukan langkah-langkah penting dan konkrit untuk menyelamatkan nasib peternak rakyat dan peternak mandiri yang semakin terpinggirkan. Presiden Jokowi juga harus memerintahkan Kepala Badan Pangan Nasional dan Kepala Badan UrusanLogistik melaksanakan Peraturan Badan Pangan Nasional No.5 tahun 2022 mengenai Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen yang menetapkan harga batas bawah ayam broiler sebesar Rp. 21.000 per kg dan batas atas Rp. 23.000 per kg.
Kebijakan dan langkah konkrit Presiden Jokowi tersebut penting untuk dilakukan mengingat situasi sulit yang dihadapi peternak rakyat dan peternak mandiri. Saat ini harga ayam hidup di tingkat peternak rakyat dan peternak mandiri hanya sebesar Rp. 16.000 per kg sampai Rp. 17.000 per kg. Jauh dibawah rata-rata harga produksi yang mencapai Rp 20.500 sampai Rp. 21.500 karena input harga pakan mengalami kenaikan.
Situasi kemarjinalan yang dihadapi peternak rakyat dan peternak mandiri semakin berat dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan integrator untuk menjual hasil produksinya ke pasar-pasar tradisional dan konsumen rumah tangga. Sehingga, pangsa pasar peternak rakyat dan peternak mandiri secara otomatis semakin tergerus dan mengakibatkan hilangnya peluang peternak rakyat dan peternak mandiri untuk berusaha di bidang peternakan unggas.
Saat ini, industri perunggasan nasional mengalami ketidak-berpihakan kepada pembudidayanya, peternak rakyat dan peternak mandiri mesti berhadapan dengan perusahaan-perusahaan modern terintegrasi dan bertarung di pasar yang sama. Karena keterbatasan modal, akses dan teknologi, hasilnya mudah ditebak, peternak rakyat dan peternak mandiri secara perlahan namun pasti kalah bersaing dan mulai berguguran. Pilihannya serba tidak enak, bertahan rugi atau mati.
Berkaitan dengan yang dihadapi peternak rakyat dan peternak mandiri tersebut, KPUN sebagai Perkumpulan yang mewadahi para Peternak Unggas Mandiri Indonesia, pada hari Kamis 11 Januari 2024 melakukan aksi bsimpatik untuk mengingatkan dan bmenyampaikan aspirasi kepada bPresiden Joko Widodo untuk mengambil langkah penting guna mensejahterakan peternak rakyat dan peternak mandiri khususnya dan dunia perunggasan pada umumnya.
Aksi simpatik yang dilakukan KPUN tersebut dilakukan dengan cara melakukan pembagian ayam hidup kepada masyarakat yang berada di kawasan Istana Negara; Kantor Badan Pangan Nasional dan Kantor Kementerian Pertanian.
Dalam aksi simpatik tersebut, KPUN mendesak agar:
• Pemerintah menegakkan dan memerintahkan para marketing dan offtaker ayam hidup dikandang sesuai Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen yang diatur di dalam Peraturan Badan Pangan Nasional No. 5 Tahun 2022;
• Mengembalikan budidaya ternak unggas 100% ke Peternak Rakyat dan Peternak Mandiri
• Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden mengenai sebagaimana amanat pasal 33 UU No. 18 2009 Jo UU No. 41 Tahun 2014
Bapak Alvino, dari Komunitas Peternak Unggas Nasional mengatakan: " 1500 ayam akan dibagikan ke masyarakat, kami kecewa karena Pemerintah tidak bisa mengendalikan harga di petani, di peternak maupun di konsumen, jadi walaupun harga ayam hidup dikandang dibawah biaya produksi, tapi biaya konsumen atau masyarakat itu selalu tinggi, diatas Rp. 30.000,-".
"Disini peternak mandiri dirugikan, konsumen juga dirugikan. Kami harus menanggung rugi dari produsen sementara di konsumen stabil harganya.
Pemerintah pesannya untuk menyerap ayam KPUN untuk dijadikan cadangan Pemerintah sesuai yang dibuat bahan pangan nasional," tambahnya .
"Anggota kami yang tersebar ada 150 peternak. Pesan untuk masyarakat adalah kasihan, karena konsumen dibohongi, harus membeli ayam dengan harga yang stabil. Sementara dibelakang murah Rp. 16.000 sampai Rp. 17.000, bahkan minggu kemarin sampai Rp. 14.000,- per kg", pungkasnya.
Penulis : eli
Editor : Redaksi

Social Footer