Bongkar Merdeka.com | Depok,-
Pendidikan anak adalah hal yang terpenting bagi masa depan mereka. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, bahkan merubah skema hidup orang tua dari kepala menjadi kaki dan kaki menjadi kepala. Orang tua terkadang tidak memikirkan bagaimana dan apa yang akan terjadi dengan mereka, yang penting anak kita bisa menjadi orang yang terpandang atau menjadi pribadi yang sukses.
Dulu kita memandang bahwa guru ada pahlawan tanpa tanda jasa, yang selalu berjuang untuk kepentingan pendidikan. Hingga kita merasa bahwa guru adalah sosok pribadi yang sangat di hormati dan di segani. Tetapi mungkin itu dulu, tidak sama dengan zaman sekarang. Kenapa bisa begitu???
Jika sekarang zamannya berbeda, sekarang semua menjadi suatu kepentingan yang berbeda dan mengarah ke arah bisnis. Kenapa demikian??sekarang pihak sekolah berbondong-bondong ingin melakukan field trip dan juga study tour ataupun sejenisnya, kenapa seperti itu?? Karena ada profit disitu, betul!!! "profit". Seperti yang dilakukan belum lama ini yaitu Sekolah Dasar Negeri Beji 6 Depok yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Hoji, Spd.SD yang dimana SDN Beji 6 Depok melaksanakan Field Trip ke Taman Mini Indonesia Indah yang dikuti hampir seluruh Siswa/Siswi Kelas 4 dan Kelas 5. Setiap Siswa/Siswi dikenakan biaya sebesar Rp. 300.000,- dan jumlah Bus yang tersedia adalah 5 Bus yang berkapasitas 59 dan 60 penumpang. Tempat yang dikunjungi Siswa/Siswi tersebut adalah sebagai berikut : Taman Mini Indonesia Indah, Theater Imax Keong Mas, Museum transportasi, dan Museum penerangan.
Berdasarkan hasil penelusuran diatas, bahwa untuk tiket masuk bus adalah Rp. 60.000/Bus, dan untuk masuk perorang Rp. 25.000,-. Untuk masuk ke Theater Imax Keong Mas adalah Rp. 26.900,-. Lain hal masuk ke museum transportasi dan museum penerangan yaitu ada yang berbayar dan ada yang gratis. Belum termasuk 1 kali makan siang. Untuk sewa Bus sendiri awak media mendapat informasi dari nara sumber bahwa biayanya sekitar +/- Rp. 3.600.000 hingga +/- Rp. 4.200.000/Bus. Dan menurut nara sumber bahwa 4 type bus tersebut adalah type yang terendah atau model lama dan hanya 1 yang kategorinya mobil baru. Tapi itu hanya perkiraan saja, belum tentu sama persis. Dan bisa saja juga berkurang apabila ada promo atau discount, baik itu dari pihak perusahaan bus dan pihak Taman Mini Indonesia Indah.
Jika kita ambil analisis perhitungan standar, biaya yang dikeluarkan persiswa sebenarnya tidak lebih dari yang sewajarnya. Yang menjadi pertanyaan, kemana pergi sisa uang perjalanan tersebut??? Dan yang seperti kita ketahui bahwa setiap transaksi dimanapun kita bertransaksi selalu ada tanda bukti pembayaran, lalu mengapa "Field Trip" ini tidak diberikan tanda bukti pembayaran kepada siswa/siswi untuk orang tua/wali murid siswa tersebut, Jika tidak ada tanda bukti pembayaran dan pertanggung jawaban Field Trip tersebut, berarti ini kategorinya Pungli dan bisa juga masuk dalam korupsi dan Kolusi. Lalu yang berikut jika memang kegiatan sudah berakhir mengapa tidak ada LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) Field Trip tersebut??? Lalu Siapakah yang harus dipertanyakan??? KEPALA SEKOLAH, GURU atau KOMITE SEKOLAH. Jadi siapakah yang akan di kambing hitamkan oleh KEPALA SEKOLAH????
Jika memang demikian, apakah peran yang bisa dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok menghadapi Kepala Sekolah, Guru, Panitia dan Komite Sekolah SDN Beji 6 kota Depok ini???apakah hanya duduk diam saja atau ada langkah yang bijak dan cerdas menyikapi persoalan yang dihadapi Orang Tua/Wali Murid SDN Beji 6 Depok perihal Field Trip ini.
Bagaimana menurut orang tua/wali murid SDN Beji 6 Depok, apakah akan diam saja atau tentukan langkah serta ambil sikap. Lalu untuk apa ada program dana "BOS". Setiap pemimpin selalu memiliki rencana kerja, yang dimana rencana kerja tersebut sudah disediakan tahapan dan alurnya serta anggarannya. Lalu mengapa masih saja menyulitkan orang tua/ wali murid?, ujar orang tua murid SDN Beji.6 Depok.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi

Social Footer