Bongkarmerdeka.com || Bekasi –
Proyek pembangunan saluran irigasi yang bersumber dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3A) Setia Asih Tiga, di Desa Karang Setia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Provinsi JawaBarat, diduga dikerjakan asal asalan. Dimana diketahui program tersebut dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) direktorat jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, satuan kerja operasi dan pemeliharaan SDA Citarum, Jumat (07/11/2025).
Pantauan dilapangan, Kamis (06/11/2025) pengerjaan peningkatan tata guna irigasi yang diperkirakan belum selesai tersebut kondisinya terlihat tidak kokoh, bahkan dikerjakan dengan asal-asalan, karena diduga campuran pasir dan semen tidak sesuai spesifikasi patut diduga ini akal akalan dari pemborong untuk meraup keuntungan.
Dugaan tersebut terjadi setelah Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Indevenden Rakyat Adil (LSM SIRA) melakukan investigasi dilokasi kegiatan dan hasilnya, sangat mengecewakan dan cederung dikerjakan secara asal jadi.
Disinyalir pelaksanaan kerja kontruksi bangunan jaringan irigasi P3A Setia Asih tiga tidak sesuai dengan perencanaan-nya. ‘pasalnya pada bagian pasangan batu pondasi irigasi hanya ditempel tanpa digali dan pemasangan batu dalam keadaan banjir.
Yusuf Supriatna selaku Kepala Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Indevenden Rakyat Adil (LSM SIRA) Jawa Barat mengatakan, pemasangan boplangnya menggunakan bambu yang dibelah dan pekerja telanjang kaki tidak dilengkapi dengan Alat pelindung Diri (APD) begitu juga pemasangan batunya pun dalam keadaan banjir tidak dikeringkan terlebih dahulu." ucapnya.
Sambung yusuf, materialnya pun menggunakan batu dan pasir yang kurang bagus, sehingga nantinya bangunan tersebuat tidak akan kuat bertahan lama, karna pembangunan ini sangat penting untuk para petani untuk mengairi sawahnya, kalo dibangun dengan bahan kualitas yang kurang, maka akan mengakibatkan cepat rusak atau rapuh dalam bangunan itu sendiri akibat kurangnya pengawasan dari konsultan dan dari Dinas terkait." terangnya.
Pembangunan saluran irigasi yang terlihat dikerjakan asal jadi dan pengerjaannya pun dinilai amburadul, meski masih tahap pengerjaan adalah bukti tidak ada pengawasan dari intansi terkait.
Kendati demikian bangunan itu sangat dibutuhkan masyarakat petani, akan tetapi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat dipastikan kualitas bangunan tersebut tidak begitu bertahan lama.
”Hal ini kuat dugaan pengerjaan ini ingin mengambil keuntungan banyak dari proyek pemerintah tersebut, kegiatan itu dilihat bangunannya pun parah karena di kerjakan dengan asal asalan dan dalam keadaan banjir”.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada pihak terkait yang dapat dihubungi, masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya.
Penulis : pajri
Editor : Redaksi

Social Footer