Bongkar merdeka.com |Bogor Kota,
Garuda KPP-RI Kota Bogor menyoroti besarnya potensi pemborosan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan efektif. Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional, sisa makanan dari program tersebut mencapai sekitar 1,4 juta ton per tahun, dengan nilai ekonomi setara Rp14 triliun.
Angka tersebut dinilai bukan sekadar kerugian negara, melainkan mencerminkan hak masyarakat yang tidak tersalurkan secara optimal. Di tengah masih adanya kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pangan, pemborosan dalam skala besar ini dinilai menjadi ironi dalam kebijakan sosial pemerintah.
Sekretaris Umum Garuda KPP-RI Kota Bogor, Fathan Kamal Maulana, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai hal teknis semata.
“Rp14 triliun itu adalah anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat. Ketika angka sebesar itu tidak termanfaatkan dengan baik, maka yang hilang bukan hanya efisiensi anggaran, tetapi juga hak publik untuk mendapatkan manfaat dari program tersebut,” ujarnya. Kepada media tgl (30/3/2026).
Menurut Fathan, tingginya angka sisa makanan mengindikasikan adanya kelemahan dalam perencanaan kebutuhan, distribusi, serta pengawasan di lapangan. Ia menilai perlunya evaluasi menyeluruh agar program dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Garuda KPP-RI Kota Bogor juga mendorong pemerintah untuk membuka data pelaksanaan program secara transparan kepada publik. Langkah ini dinilai penting guna memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
“Transparansi bukan hanya soal keterbukaan data, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Program sebesar ini harus bisa dipastikan tepat guna dan tepat sasaran,” kata Fathan.
Selain itu, organisasi ini menekankan pentingnya perbaikan sistem distribusi serta peningkatan edukasi kepada penerima manfaat. Namun demikian, mereka menilai bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada pengelolaan program secara menyeluruh.
Dengan potensi pemborosan yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun, Garuda KPP-RI Kota Bogor menilai bahwa persoalan ini harus segera menjadi perhatian serius pemerintah. Evaluasi dan perbaikan sistem dinilai mendesak agar tujuan program dalam meningkatkan gizi masyarakat dapat benar-benar tercapai.
Penulis : Tim
editor : Redaksi

Social Footer