![]() |
| Poto Istimewa |
“Benar, kami sudah dua kali turun langsung ke lokasi menindaklanjuti informasi dari pihak kecamatan. Yang pertama Kamis tanggal 9 April dan yang kedua Senin tanggal 13 April kemarin,” ujar Yatna petugas UPT Pengawas Bangunan saat dihubungi melalui sambungan telpon.
Yatna menjelaskan pihaknya hanya melaksanakan tugas menindaklanjuti informasi sesuai SOP (Standar Operating Procedure) yang berlaku.
“Namun dua kali kami datang, dua kali juga kami tidak bertemu langsung dengan Haji K, yang menemui kami adalah istri beliau. Saat yang pertama itu kami melakukan verifikasi lapangan terkait informasi dari pihak kecamatan. Saat itu, oleh istri beliau diakui bahwa pembangunan tersebut rencananya memang untuk peternakan ayam,” lanjut Yatna.
Namun saat datang yang kedua, di mana petugas datang sekaligus menyampaikan surat pemberitahuan terkait prosedur serta data apa saja yang harus disiapkan, keterangan dari istri Haji K berubah.
“Datang yang kedua itu, istri beliau mengatakan bahwa tidak ada pembangunan untuk tujuan apapun, melainkan hanya akan untuk berkebun,” ujarnya.
Yatna, sebagai petugas resmi bagian dari pemerintahan, mengaku hanya bisa melaksanakan tugas sesuai batas kewenangannya.
“Tidak diakui peruntukan yang sebenarnya, dan berbeda dari keterangan sebelumnya, ya sudah. Kami sudah melaksanakan kewajiban kami, selebihnya kami tingal monitor apabila memang untuk berkebun ya sudah, tidak apa-apa. Tapi jika nantinya terbukti ada aktifitas pembangunan tentu kami juga akan mengambil tindakan yang perlu,” tegasnya.
Yatna juga mengaku sempat berkomunikasi dengan Haji K melalui telpon, dan Haji K mengatakan juga kalau tujuannya hanya untuk berkebun.
Saat ditanya tentang rumah Haji K yang kabarnya belum ada IMB (izin mendirikan bangunan), Yatna mengelak.
“Kalau soal itu (IMB rumah) kami belum tahu, fokus kami hanya menindaklanjuti informasi yang masuk. Kalau melebar kemana-mana nanti malah kita dikira cari-cari masalah. Jika masalah IMB itu memang ada sebaiknya dilaporkan secara resmi saja,” kata dia.
Sementara itu salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya mengatakan, tidak masuk akal jika tujuan Haji K hanya untuk berkebun.
Menurutnya, Haji K itu terlalu percaya diri.
“Menurut saya sih kepedean bang, dipikirnya dia bisa selalu menghndar dari peraturan di negara ini,” pungkasnya. (Redaksi)


Social Footer