Bongkar merdeka.com | Bogor,-
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menjelma menjadi pusat kepedulian sosial dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62. Bertempat di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Cibinong, Rabu (8/4/2026), ribuan warga memadati lokasi untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hingga bantuan sosial.
Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ini tak sekadar seremonial. Sedikitnya 5.000 warga dari wilayah Kecamatan Cibinong menjadi penerima manfaat langsung—sebuah angka yang mencerminkan besarnya kebutuhan sekaligus tingginya antusiasme masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Kegiatan ini bukan hanya peringatan HBP, tetapi wujud nyata kepedulian Pemasyarakatan kepada masyarakat. Kami ingin hadir sebagai institusi yang responsif dan bermanfaat,” ujarnya.
Di lapangan, antrean panjang warga terlihat sejak pagi. Layanan kesehatan gratis menjadi magnet utama, diikuti pembagian paket sembako yang langsung diserbu warga. Antusiasme ini memperlihatkan bahwa program semacam ini bukan sekadar dibutuhkan, tetapi dinanti.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa periksa kesehatan gratis dan dapat sembako. Semoga kegiatan seperti ini terus ada,” ujar Lina (45), warga sekitar, dengan wajah sumringah.
Hal senada disampaikan Siti Rahmawati, penerima bantuan lainnya. Ia mengaku kegiatan ini sangat membantu masyarakat kecil di tengah tekanan ekonomi. “Ini sangat berarti bagi kami. Semoga terus berlanjut karena manfaatnya langsung terasa,” katanya.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi turut menegaskan bobot kegiatan ini. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto hadir langsung, didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bogor.
Tampak pula Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi bersama para pimpinan tinggi Kemenimipas dan jajaran pemasyarakatan wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
Dalam sambutannya, Menteri Agus menegaskan arah baru Pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdampak langsung. “Pemasyarakatan tidak boleh hanya berfokus pada pembinaan warga binaan. Kehadirannya harus dirasakan masyarakat luas. Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen tersebut,” tegasnya.
Momentum HBP ke-62 ini menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menjelma menjadi panggung pembuktian bahwa Pemasyarakatan mampu keluar dari tembok institusi, menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, dan memperkuat kepercayaan publik.
Di tengah sorotan terhadap berbagai isu sosial, langkah konkret seperti ini menjadi pesan tegas: negara hadir dan kali ini, hadir dengan aksi nyata.
Penulis : vid
Editor : Redaksi

Social Footer