Bongkar News

Lintas Kota, Satu Doa: 110 Peziarah Jalan Kaki 20 Km Menuju Goa Maria Bukit Kanada




Bongkar merdeka.com |Rangkasbitung — 

Terik matahari tak mampu mengalahkan semangat ratusan peziarah yang melangkah perlahan namun pasti, Minggu (26/4/2026). Dari Stasiun Maja hingga Goa Maria Bukit Kanada, sejauh lebih dari 20 kilometer, mereka berjalan bukan sekadar menempuh jarak, melainkan merawat iman, harapan, dan kebersamaan.

Sebanyak 110 peserta dari berbagai kota mulai dari Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, Solo, Bekasi, Depok, Bogor hingga Surabaya berkumpul dalam langkah yang sama: mencari makna. Inilah gelaran perdana Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) Chapter Jabodetabek, bagian dari gerakan spiritual yang kini telah menjangkau lebih dari 2.500 anggota di seluruh Indonesia.

Komunitas yang digagas dan diketuai Roni Romel ini bertumbuh dari kesederhanaan: berjalan kaki sebagai bentuk doa. Namun di balik tiap langkah, tersimpan kisah-kisah personal yang dalam. Ada yang datang karena penasaran, ada pula yang merasa “dipanggil” dan digugah untuk menjalani laku iman secara nyata.

Sepanjang perjalanan, para peserta melintasi kebun sawit, hamparan karet, persawahan, hingga jalan berbatu yang menantang. Mereka bahkan berpapasan dengan kawanan kerbau dan sesekali ular liar. Namun, tak satu pun dari itu menyurutkan langkah.

“Capek, iya. Tapi rasanya beda. Seperti ada kekuatan yang terus mendorong,” ujar seorang peserta asal Bekasi, tersenyum lelah.

Bagi banyak peserta, perjalanan ini bukan tentang siapa yang tiba lebih dulu. Ini tentang bagaimana setiap langkah menjadi doa, setiap peluh menjadi persembahan. Di sepanjang rute, mereka saling menyapa, berbagi cerita, dan menguatkan dan berbagi kisah tanpa sekat status sosial.

Roni Romel yang turut hadir dari Yogyakarta menegaskan, mlampah ziarah adalah perpaduan perjalanan fisik dan laku spiritual.

“Ini bukan hanya soal kuat berjalan jauh, tetapi bagaimana kita belajar berjalan bersama saling menopang, bergandengan tangan dan saling mendoakan,” ujarnya.

Penguatan rohani juga disampaikan Romo Joned yang memimpin Misa Ekaristi bersama para peziarah. Ia mengingatkan bahwa ziarah bukanlah sebuah ajang perlombaan adu cepat menuju garis finis (Goa Maria Bukit Kanada).

“Doa-doa yang dibawa sepanjang perjalanan ini adalah ungkapan hati yang tulus. Semoga sampai kepada Bunda Maria dan berbuah berkat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KMZ Chapter Jabodetabek, Evi Susanto, mengaku terharu melihat antusiasme peserta. Ia menyebut kegiatan ini sebagai awal dari gerakan iman yang lebih luas di wilayah Jabodetabek.

“Kami ingin ini terus berlanjut. Bukan hanya ke Goa Maria, tetapi juga dari gereja ke gereja menjadi gerakan iman yang hidup,” katanya.

Ke depan, KMZ Jabodetabek merencanakan rute berikutnya, dari Puncak Dua menuju Lembah Karmel, Cianjur. Sebuah perjalanan baru dengan semangat yang sama: berjalan, berdoa, dan menemukan Tuhan dalam setiap langkah.

Di tengah dunia yang serba cepat, para peziarah ini justru memilih melambat. Sebab mereka percaya, untuk benar-benar sampai, seseorang kadang perlu berjalan lebih jauh bukan dengan kendaraan, melainkan dengan hati.

Penulis : vid/ sjs
Editor   ; Redaksi

 




Type and hit Enter to search

Close