Bongkar merdeka.com |Jakarta,
Penguatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (PTKKI) kembali menjadi perhatian serius kalangan akademisi dan pemerintah. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Simposium Guru Besar Teologi Kristen dan Peresmian Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI) yang berlangsung di Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia bersama para Guru Besar Teologi Kristen tersebut menjadi forum strategis dalam merumuskan langkah percepatan peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia.
Mengangkat tema “Akselerasi, Peningkatan, dan Sustainabilitas PTKKI”, simposium ini menghadirkan para akademisi, pimpinan perguruan tinggi, dosen, serta tokoh pendidikan Kristen dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum kegiatan utama dimulai, Forum Guru Besar Teologi Kristen melakukan audiensi bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang didampingi Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.
Dalam dialog tersebut, para Guru Besar menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan pendidikan tinggi Kristen di era modern, termasuk pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan budaya riset, tata kelola kampus, serta pengembangan jejaring akademik nasional dan internasional.
Menteri Agama RI menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan bangsa dan memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia juga menilai Guru Besar Teologi Kristen memiliki tanggung jawab besar sebagai intelektual yang mampu menghadirkan pemikiran-pemikiran konstruktif bagi kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Peran akademisi keagamaan sangat dibutuhkan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, moderat, dan penuh nilai kemanusiaan,” ujar Nasaruddin Umar.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Benyamin F. Intan, Ph.D. menyerahkan buku “Teologi dan Kurikulum Cinta Berbeda Agama dan Kepercayaan” kepada Menteri Agama RI sebagai simbol dukungan terhadap penguatan moderasi beragama dan dialog lintas iman di Indonesia.
Kegiatan simposium berlangsung di Ruang Pertemuan DBK Kementerian Agama RI dengan partisipasi 145 peserta luring dan 438 peserta daring dari berbagai PTKKI di Indonesia.
Acara dibuka melalui ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Prof. Dr. John A. Titaley, Th.D. Dalam khotbahnya, ia mengajak para akademisi untuk memandang pendidikan tinggi Kristen bukan sekadar institusi akademik, tetapi juga ruang pelayanan yang menghadirkan nilai moral dan spiritual bagi masyarakat.
Direktur Pendidikan Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Suwarsono, M.M., dalam laporannya menegaskan bahwa forum ilmiah seperti simposium menjadi sarana penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi Kristen sekaligus membangun kolaborasi antarperguruan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama diumumkan susunan pengurus sementara Forum Dewan Guru Besar Teologi Kristen Indonesia (FDGBTKI), yakni Prof. Dr. Stevri P. N. Indra Lumintang, D.Th., Th.D., Ph.D. sebagai Ketua, Prof. Dr. Telhalia, M.Th., D.Th. sebagai Wakil Ketua, Prof. Dr. Harianto GP, D.Th., D.Ed. sebagai Sekretaris, dan Prof. Dr. Gernaida Pakpahan, M.Th., D.Min. sebagai Bendahara.
Direktur Jenderal Bimas Kristen, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., menilai pembentukan FDGBTKI menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas PTKKI secara berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi ke depan menuntut kampus-kampus Kristen untuk lebih inovatif, produktif dalam penelitian, serta aktif membangun publikasi ilmiah bereputasi internasional.
“Pendidikan tinggi Kristen harus mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter dan integritas,” kata Jeane Marie Tulung.
Simposium ini juga menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. yang memaparkan kebijakan terbaru terkait pengajuan jabatan akademik guru besar.
Selain itu, sejumlah Guru Besar Teologi Kristen turut menjadi pembicara dalam forum ilmiah tersebut, di antaranya Prof. Dr. Samuel Benyamin Hakh, D.Th., Prof. Dr. Daniel Ronda, Th.M., Prof. Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th., Prof. Dr. Binsar J. Pakpahan, Ph.D., Prof. Dr. Sonny Zaluchu, D.Min., DSA., Prof. Dr. Frans Pantan, M.Th., D.Min., Prof. Dr. Ir. Armand Barus, Ph.D., serta Prof. Dr. Junihot Simanjuntak, M.Pd.K.
Berbagai materi yang dipresentasikan dalam simposium menyoroti strategi percepatan peningkatan mutu PTKKI, penguatan integritas akademik, publikasi jurnal internasional, penelitian dosen, hingga pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.
Melalui forum nasional ini, para Guru Besar Teologi Kristen berharap PTKKI dapat berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi yang unggul, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap berpijak pada nilai-nilai spiritualitas Kristen dalam membangun bangsa Indonesia.
Penulis : vid
Editor : Redaksi

Social Footer