KAB. BOGOR I BONGKAR MERDEKA.COM - Dalamrangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bogor, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), menggelar apel siaga posko karhutla sekaligus pemeriksaan perlengkapan pendukung pemadaman kebakaran. Senin (07/09/2026)
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran dari seluruh resort yang berada di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bogor. Turut hadir personel Manggala Agni serta Polisi Kehutanan (Polhut) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi ancaman kebakaran kawasan hutan.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bogor, Dudih Mulyadi, S.Hut, menyampaikan bahwa apel siaga tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan personel maupun peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Ya, kami di sini sedang dalam kegiatan apel siaga posko karhutla serta pengecekan alat pendukung dalam mengantisipasi kebakaran di wilayah, khususnya wilayah Seksi 2 Bogor dengan luas 28.699 hektare," ujar Dudih.
Ia menjelaskan, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak secara keseluruhan memiliki luas sekitar 87.699 hektare, yang terbagi dalam tiga wilayah seksi pengelolaan, yakni Seksi Wilayah I Lebak, Seksi Wilayah II Bogor, dan Seksi Wilayah III Sukabumi.
Khusus Seksi Pengelolaan Wilayah II Bogor, kawasan yang menjadi tanggung jawab pengawasan memiliki luas sekitar 28.699 hektare, yang tersebar di 37 desa dan 9 kecamatan di Kabupaten Bogor. Wilayah tersebut membentang mulai dari Kecamatan Cigombong hingga Kecamatan Jasinga.
Dalam apel siaga tersebut, selain melakukan pengecekan personel, petugas juga memeriksa berbagai peralatan pendukung pemadaman yang tersedia. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan perlengkapan dapat digunakan secara optimal ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Dudih juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, pengawasan kawasan hutan tidak dapat hanya dilakukan oleh petugas, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak.
"Peran masyarakat, profesi wartawan atau media, LSM maupun organisasi kemasyarakatan juga sangat kami harapkan untuk membantu dalam hal ini, terutama memberikan edukasi serta melakukan pantauan apabila ada indikasi terjadinya kebakaran," jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar segera menyampaikan informasi kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di kawasan taman nasional, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Dengan dilaksanakannya apel siaga dan pemeriksaan peralatan tersebut, pihak Seksi Wilayah II Bogor berharap seluruh personel semakin siap menghadapi potensi karhutla sekaligus meningkatkan sinergi antara petugas, masyarakat, media, LSM dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Sumber: HR
Redaksi




Social Footer